Sabtu, 31 Oktober 2015

PENJELASAN TENTANG MANI

BARANG SIAPA MENGENAL MANI...MENGENAL IA AKAN JASADNYA.

Mengenal mani adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yang disebut Sulbi dabn Taraib,jadi mani itu dalah mulanya seberkas cahaya yang dikeluarkan oleh allah dari mutu manikam sehingga para Ulama berpendapat yaitu :
Mani adalah salah satu-satunya Zat Penjelmaan dari dua macam zat (sulbi dan taraib)...Dengan adanya KUDRATILLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak dan yang menjadi IRADATILLAHI yaitu berasal dari ibu...Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu,hal ini tidak terlalu nampak karena birahinya kaum ibu ini tidak dapat melampaui batasnya kudrat kaum bapak,karena kaum ibu ini hanyalah iradat maka ulama mengistilahkan Surga Itu Di Atas Telapak Kaki Ibu.

Untuk lebih jelasnya saya terangkan bagian-bagian dari maksud yang diatas :

BAGIAN BAPAK : WADI,MADI,MATU,MANI Atau disebut  SULBI.
BAGIAN IBU      : ASALNYA TANAH,ANGIN,API AIR Atau disebut TARAIB.
BAGIAN ALLAH : ROH IDHAFI,ROH ROHANI,ROH RAHMANAI,ROH JASMANI.
BAGIAN DARI GUDANG RAHASIA Disebut "MUTU MANIKAM".
Asalnya Tanah yaitu : ANFAS Hurufnya Alif Kalimatnya LA.
Asalnya Angin yaitu : TANAFAS Hurufnya Lam Awal Kalimatnya ILLAHA
Asalnya Air yaitu : NAFAS Hurufnya Ha Kalimatnya ALLAH.

Wadi.......Ma anni kalimatnya : LAA ILAHA
Madi.......Ma annawiya kalimatnya : ILALLAH
Matu.......Sulbi kalimatnya : ALLAH
Mani.......Salbiyah kalimatnya : HU

Ruh Jasmani .............Kalimatnya (YAHU).
Ruh Rahmani.............Kalimatnya (IYAHU).
Ruh Rohani..............Kalimatnya (YAMANIHU).
Ruh Idhafi.............Kalimatnya (YAMAN LAYISALAHU).
Mutu Manikam.............Kalimatnya (MA'DAHU)

Tujuh Petala Bumi dijadikan 7 (tujuh) Tingkatan Martabat yaitu :
1. Sifat Amarah.
2. Sifat Lawwama.
3. Sifat Mulhima.
4. Sifat Mutmainah.
5. Sifat Radhiyatan.
6. Sifat Mardhiyah.
7. sifat ubudiyah.
Tujuh Petala Langit yang dimaksud denngan Martabat 7 (Tujuh) yaitu :
1. Lathifatul Qolbi.
2. Lathifatul Ruuhi.
3. Lathifatul Sirri.
4. Lathifatul Ahfa.
5. Lathifatul Hafi.
6. Lathifatul Nafsu Natika.
7. Lathifatul Kulu Jasad.

Jikalau tingkatan semacam ini yang kita ambil Hakikatnya pada Alam kecil yang tersembunyi (terahasia) dalam diri kita,maka ulama menamakan sebagai berikut :

1.HAYATUN JASADI BIN-NAFASI.
2. HAYATUN NAFASI BIR-RUHI.
3. HAYATUN RUHI BIS-SIRRI.
4. HAYATUN SIRRI BIL IMANI.
5.HAYATUN IMANI BINNURI .
6.HAYATUN NURI BIL QUDRATI.
7. HAYATUN QUDRATI BI MU'ALAMULLAHI TA'ALA DZATULLAH.

Artinya adalah sebagai berikut :
1. Asalnya Jasad dari Nafas.
2. Asalnya Nafas dari Ruh.
3. Asalnya Ruh dari dalam Rahasia.
4. Asalnya Rahasia dari dalam Iman.
5. Asalnya Iman dari Nur/Cahaya.
6. Asalnya Nur/Cahaya dari Qudrat.
7. Asalnya Qudrat dari ke-Baqa'an ALLAH.

Kalimatnya jadi seperti ini :

1. Hayatun jasadi hurufnya ALIF kalimatnya LA.
2. Hayatun Nafasi hurufnya LAM AWAL kalimatnya ILAHA.
3. Hayatun Ruuhi hurufnya LAM AKHIR kalimatnya ILLA.
4.  Hayatun Sirri hurufnya HA kalimatnmya ALLAH.
5. Hayatun Imani hurufnya Alif (Allah) kalimatnya YAHU.
6. Hayatun Nuri hurufnya Lam (Jibril) kalimatnya IYAHU.
7. Hayatun Qudrati hurufnya  Mim (Muhammad) kalimatnya IYAHU YAMANIHU.

Dengan demikian apabila kesemuanya ini akan kita lebur kedalam ke-Baqa'an DZAT ALLAH,maka ulama menamakannya sebagai berikut :

1. WATUJIBUL WASADI FI FASARAL QOLBI.
2. WATUJIBUL QOLBI FI FASARAL RUHI.
3. WATUJIBUL RUHI FI FASARAL SIRRI.
4. WATUJIBUL SIRRI FI FASARAL IMAN.
5. WATUJIBUL IMAN FI FASARAL NURI.
6. WATUJIBUL NURI FI FASARAL QUDRATI.
7. WATUJIBUL QUDRATI FI FASARAL DZATI FIL DZATI.

Demikian penjelasan singkat dan keterangan yang dapat saya sajikan dalam hal pengenalan "MANI" hingga dia menjadi "JASAD"  kita manusia yang barangkali ada keterangan-keterangan selanjutnya....Wallahu a'lam bissawab....

Said Ibnu Titinah

Minggu, 19 Juli 2015

Tolikara 1 Syawal 1436 H

Copas dr berita WA sodara sy

"Ada analisa bagus dari ikhwah di Timika..

[19/7 05:16] Azzam timika:  Assalamualaikum ustadz
[19/7 05:17] Azzam timika: Mohon ijin berbagi tulisan lagi mengenai kondisi di Tolikara
[19/7 05:17] Azzam timika: Perkenankan saya berbagi sedikit fakta bahwa ada SKENARIO LAIN di balik aksi pembakaran masjid, rumah dan kios milik umat Islam di Tolikara pada saat Idul Fitri kemarin. Ini juga yg menjadi pertimbangan saya (dan saya harap untuk semua umat Islam di Indonesia) untuk lebih hati-hati dan waspada menghadapi situasi yg sangat mudah disusupi oleh kepentingan lain selain masalah agama.

Pada tulisan saya yg pertama saya sampaikan bahwa di Papua pada umumnya, toleransi sudah bukanlah barang baru lagi. Ia sudah mendarah daging di setiap warga di Papua. Baik muslim maupun non muslim. Maka, terjadinya aksi intoleran ini dapat dipastikan bukan diakibatkan oleh hal yg sepele. Apalagi hanya urusan SPEAKER. Bukan itu. Dapat dipastikan ada skenario dan aksi liar yg dilakukan oleh sutradara handal.

Di Papua, ada DUA HAL yg sangat menjadi perhatian utama pemerintah daerah serta aparat penegak hukum; ISU YG BERKENAAN DENGAN AGAMA dan ISU YG BERKENAAN DENGAN 'MERDEKA'. Sehingga, jika surat yg beredar dari Gereja Injili di Indonesia itu adalah benar, apalagi tembusannya kepada Bupayti, Ketua DPRD, Kapolres dan Danramil, tentunya ini sudah pasti akan diantisipasi dengan cepat. Karena sekali lagi, ini sudah menjadi cocern aparat TNI/POLRI yg utama.

Apa skenario lainnya? Dugaan sementara dari hasil diskusi kami (tokoh Islam, Kristen, Pemerintah Daerah, Muspida) adalah upaya membuat suasana kacau lalu kemudian menjadi alasan untuk organisasi yg sekarang berkonsentrasi untuk melepaskan Papua dari Indonesia menyatakan bahwa selama diurusi oleh Indonesia, Papua tidak aman. Masyarakat resah. Kehidupan dan kerukunan beragama kacau. Lalu kemudian mereka meminta perlindungan negara yg mendukung kemerdekaan Papua dari Indonesia seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Australia dan lainnya.

Contoh:
1. Apa hubungan Pendeta Nayus Wenda (penandatangan surat edaran yg diduga dari GIDI) dengan Benny Wenda? (tokoh Papua yg tinggal di Oxford, Inggris yg juga mendapatkan perlindungan dari kerajaan Inggris, sangat concern mengkampanyekan kemerdekaan Papua di dunia internasional)

2. Beberapa hari sebelumnya, Organisasi Papua Merdeka melakukan aksi demonstrasi di depan KBRI London, tepatnya di Grosvenor Square dan juga di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Meneriakkan kembali tentang kemerdekaan Papua lengkap dengan atribut dan busana Papua.

Inikah yg kita harapkan?!

Jika memang ini yg kita harapkan, baiklah. Datanglah ke Papua. Angkatlah senjata. Perangi mereka yg memerangi. Berjihadlah dengan melakukan perlawanan. Ketahuilah, jarak dari Pulau Jawa ke Papua itu ditempuh dengan transportasi udara adalah kurang lebih 6 jam. Jika ditempuh perjalanan laut bisa hingga 2 minggu. Itu pun baru ke kota besarnya seperti Jayapura, Timika atau Merauke. Jika ingin ke Tolikara, tidak ada jalur darat, perlu menggunakan pesawat kecil lagi yg terbang berdasarkan cuaca. Jika cuaca bagus terbang selama kurang lebih 1,5 jam dan jika cuaca buruk tidak ada yg sanggup kesana. Atau jalan kaki menembus hutan perawan Papua yg bisa berminggu baru sampai. Ditambah biaya transportasi bisa hingga 6-7 juta Rupiah per orang di musim hari raya ini. Catat, itu baru sekali pergi. Belum lagi jika nantinya mau pulang kembali.

Dan catat juga, pesawat kecil sebagai sarana transportasi ke Tolikara kebanyakan dimiliki oleh Misionaris. Sangat mudah mereka tidak mengangkut mereka yg mau berjihad mengangkat senjata ke sana.

Namun, jika kita tidak ingin peristiwa mengenaskan ini terus membesar seperti menggeli dingnya bola salju, mari kita selesaikan dengan bijakaana. FIQH DAKWAH DAN FIQH AULAWIYAT di sini berbeda dengan di Jawa, Sumatera dan daerah lain di Indonesia. Kami tidak pernah takut berjihad melawan tindakan mereka. Namun jika kami melawan, ada yg terbahak-bahak tertawa kegirangan. Karena itulah yg 'mereka' harapkan.

Sekali lagi, peristiwa ini membuat umat Islam tersakiti, itu pasti. Marah? Sangat wajar marah, saya pun marah. Apalagi ditambah SIKAP PEMERINTAH PUSAT yg terkesan asal bicara dan MEDIA-MEDIA NASIONAL yg asal membuat berita dan juga memperkeruh suasana. Namun, percayakan kepada kami untuk bisa menyelesaikan semua ini dengan JIHAD DAMAI terlebih dahulu. Masih banyak cara yg bisa kita tempuh dengan baik. Tanpa harus tergerus mengikuti ritme skenario mereka.

Pelanggaran hukumnya jelas. Tersangkanya jelas. Kami serahkan kepada aparat penegak hukum di negeti ini. Karena aparat juga tidak tinggal diam.

Jika masih ingin berkontribusi jihad, mari berjihad dengan membantu membangun kembali masjid yg dibakar itu. Membantu para korban yg rumah dan kiosnya juga turut dibakar. Membantu berjihad dengan juga membantu masyarakat Papua (muslim dan non muslim) untuk semakin berdaya, semakin maju, sehingga tidak mudah diprovokasi pihak-pihak tertentu. Mari berjihad dengan menunjukkan bahwa umat Islam, dalam kondisi marah dan tersakiti pun, tetap menjunjung tinggi hukum yg berlaku dan bisa menyelesaikan persoalan dengan suasana yg harmonis.

Demikian dan terimakasih atas segala untaian doa dan dukungan bagi kami di sini. Di Papua. Semoga Allah melindungi kita semua. Amin.
#SaveMuslim&calon Muslim Indonesia

Kiriman Ust. Musyaffa' di Multawod Duat

Rabu, 24 Juni 2015

Allah dan Mahkluk

http://www.google.co.id/search?q=urutan+nama+yang+ada+pada+diri+manusia+dari+rambut+sampai+nyawa+menurut+adam+as&btnG=

Asal usul diri

https://yudibase.wordpress.com/

Minggu, 31 Mei 2015

Makna dan Hikmah mengamalkan ilmu

Rasulullah SAW bersabda :
“man ‘amila bimaa ‘alima waratshullahu ‘ilma maa lam ya’lam”
Artinya : Nabi SAW bersabda :” Barangsiapa Yang Mengamalkan Ilmu Yang Ia Ketahui Maka Allah Akan Memberikan Kepadanya Ilmu Yang Belum Ia Ketahui” (HR. Imam Ahmad).

Sabtu, 03 Januari 2015